Senin, 11 September 2017

MEMULIHKAN JIWA PANCASILA GENERASI MUDA INDONESIA


MAKALAH
MEMULIHKAN JIWA PANCASILA GENERASI MUDA INDONESIA
DISUSUN OLEH :
NAMA        : PERIAMAN LASE
NIM            : 15MII69
KELAS       : IA
AKADEMI MANAJEMEN BUMI SEBALO
BENGKAYANG
TAHUN AJARAN 2015/2016
Permasalahan
Meneropong kembali sejarah bangsa dan asal usul bangsa Indonesia pada masa lampau dan pada masa memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sekitar tahun 1945 silam, di sana kita akan melihat dan menelaah kembali siapakah bangsa Indonesia yang sebenarnya mencangkup semua hal siapa kita sebenarnya mulai dari apa saja yang telah dialami, apa yang telah dilalui, apa yang telah dirasakan dan sejauh apa pengalaman pahit Bangsa kita saat itu.
Tidak bisa kita pungkiri bahwa Bangsa Indonesia berada dibawah penjajahan Belanda- Jepang selama lebih dari 3,5 abad dan tidak terbayangkan selama itu Bangsa Indonesia hidup dalam perbudakan.
Mengingat itu, kita telusuri sering berjalannya waktu. Setelah 70 tahun kemerdekaan Bangsa kita Indonesia yang kita cintai ini ternyata kalau kita selidiki di dalamnya apa saja yang dilakukan oleh para pengisi kemerdekaan Bangsa ini oleh para penguasa Bangsa, para pemerintah daerah maupun pusat, ternyata ada banyak hal hal atau masalah masalah yang begitu menyayat hati. Korupsi terjadi di mana-mana bahkan di segala bidang, termasuk di jajaran kepemerintahan, badan badan hukum dan BUMN.
Bahkan tidak cukup sampai di situ, kekacauan juga terjadi di segala aspek, penyalahgunaan kewenangan, penyelewenga kekuasaan atau jabatan sehingga masyarakat kecil yang tidak tau apa - apa atau dikatakan masyarakat awam akan menjadi korban.
Kata Pengantar
            Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa., atas segalah Rahmat dan Hikmat yang diberikan kepada saya, sehingga saya bisa menyelesaikan pembuatan makalah pendidikan kewarganegaraan ini dengan semaksimal mungkin.
            Makalah ini mengambil tema “Nasionalisme” dengan judul “Mencegah Kehancuran Masa Depan Bangsa dengan Menanamkan Nilai-nilai Pancasila sejak Dini”. Semoga makalah ini bisa menyadarkan kita para pembaca bahwa betapa pentingnya rasa nasionalisme dengan memahami dan mengamalkan Nilai-nilai Pancasila sejak dini, karena makalah ini berisi fakta-fakta terpenting tentang ancaman masa depan bangsa kita, bangsa yang dulu menjadi kebanggaan para pendahulu kita dan para bapak pendiri Negara yaitu Bangsa Indonesia. Makalah ini juga berisi tentang cara-cara sederhana tentang bagaiman agar nilai-nilai Pancasila ini bisa hidup di masyarakat Indonesia sehingga Pancasila tidak hanya terkristalisasi sebagai ideologi Negara.
            Kritik serta saran yang membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Terima kasih. HIDUP INDONESIA !!!
                                                                                     Bengkayang, 23 November 2015
                                                                                     Penulis
                                                                                      Periaman Lase
LEMBAR PENGESAHAN
MAKALAH MEMULIHKAN JIWA PANCASILA GENERASI MUDA INDONESIA
OLEH : PERIAMAN LASE (NPM : 15M1175)
KELAS 1A


DOSEN
YOHANES SAEPENYUSUN
PERIAMAN LASE




BAB 1
Pendahuluan
A.Latar Belakang
Kekacauan-kekacauan yang marak terjadi di bumi pertiwi kita ini semakin hari semakin merumit dan sangat serius. Bukan hal asing lagi bagi kita apabila kita mendengar siaran televisi, radio, koran, bahkan majalah yang membahas masalah korupsi yang dilakukan oleh orang orang yang punya wewenang. Hal ini sangat serius dan sangat mengancam masa depan anak bangsa.
Kasus-kasus korupsi di Indonesia telah menjadi bahan pembicaraan sehari-hari, misalkan Bank Century, BLBI, PLTU PAITON I Probolinggo, Soeharto dan keluarganya, HPH Dan Dana Reboisasi, Edi Tansil / PT. Golden Key dan lain sebagainya.
Bukan hanya itu, penyalahgunaan kewenagan juga bukan hal asing lagi itu sudah terjadi dan telah membudaya dijenjang kepemerintahan.


B.Permasalahan
KKN yang marah terjadi Di negara Indonesia semakin menjadi perhatian dunia, dimana bangsa ini akan terancam yang akan mengakibatkan kehancuran apabila hal ini akan terjadi secara terus menerus.
Banyak sekali dampak yang akan mengancam masa depan bangsa ini akibat dari perbuatan bejat yang selalu terjadi.
Kita sebagai Mahasisiwa setidaknya punya jiwa inisiatif bukan sekedar makalah tetapi berusaha mencari jalan keluar dengan cara apapun itu dalam keadaan kita sebagai Mahasiswa.








C.Tujuan Penulisan
Makalah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut ini:
1.Mengenali jati diri Bangsa kita yang sejak mulanya
2.Memahami arti penting nilai-nilai Pancasila
3.Mendalami rasa cinta  dan kepedulian terhadap tanah air
4.Memahami penyebab KKN dan cara mengatasinya
5.Menumbuhkan rasa nasionalisme yang kini sudah mulai hilang dari hati kita
6.Mengusahakan perbaikan masa depan bangsa
7.Sebagai tugas individu yang wajib diselesaikan dalam mata kuliah pendidikan kewarganegaraan.







C.    Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1.Siapa Bangsa kita sebenarnya
2.Mengapa pada bangsa ini sangat mudah terjadi KKN?
3.Apa saja pengaruh negatif KKN?
4.Bagaimanakah solusi dini untuk mencegah KKN?
5.Bagamana cara memperbaiki kerusakan kerusakan yang telah terjadi oleh KKN?
6.Kerusakan Moral Bangsa Indonesia
7.Apa saja kerusakan yang terjadi selain KKN dan bagamana cara menghadapinya?







D.Tujuan Penulisan
Ada baiknya kita selalu mengkroschek diri kita sendiri lingkungan kita dan bahkan bangsa kita utuk melihat sudah sejauh mana dan sudah kearah mana Bangsa ini menuju serta lebih jeli denga kejadian kejadian yang terjadi dalam negeri ini.
Sudah sewajarnya kita sebagai Mahasiswa untuk peduli dan tidak berpangku tangan dalam arti bersifat apatis tentang semua yang terjadi dalam negara dan bangsa kita setidaknya dalam lingkungan kita.










E.Manfaat Penulisan
a.Bagi Mahasiswa
Makalah ini berguna untuk melatih Mahasiwa dalam menganalisis kejadian kejadian yang terjadi, tanggap dengan hal-hal yang terjadi baik di sekitar maupun di lingkungan. Selain itu Mahasiswa juga bisa lebih memahami materi-materi yang di pelajari lebih dalam lagi.
b.Bagi Matakuliah PKN
Setiap pertemuan kita akan selalu membahas materi-materi yang sudah menjadi pelajaran kita dalam matakuliah PKN, dan melalui pembuatan makalah ini, kita diajarkan untuk terjun langsung setidaknya meneliti atau menganalisis sebenarnya seperti apa kejadian yang sebenarnya. Sehingga Mahasiswa diharapkan dapat memahami materi lebih jauh dan lebih luas lagi.
c.Bagi Rekan Rekan Mahsiswa semester 1 kelas 1 A
Kita dibimbing untuk meningkatkan perbendaharaan kata dan berbahasa. Kritik dan bisa memberi saran secara lisan serta bersikap optimis untuk mengisi kemerdekaan yang sudah kita miliki ini.
BAB 2
PEMBAHASAN
A.Siapa Bangsa Kita Sebenarnya
Sejak masa prasejarah, kepulauan Indonesia telah dihuni manusia purba atau Pithecanthropus erectus (upright apeman) yang hidup lebih dari satu juta tahun yang lalu.
Berdasarkan catatan sejarah China menyebutkan bahwa perdagangan antara India dan pulau-pulau ini sudah didiami sejak abad pertama Masehi. Kerajaan maritim yang berkuasa, Sriwijaya yang berada di sekitar Pelembang di Selatan Sumatera, merupakan pusat pendidikan agama Buddha. Kerajaan ini memegang kekuasaan atas laut Sumatera dan Selat Malaka dari abad ke 7 sampai 13. Pada abad ke-8 hingga ke-9, Dinasti Syailendra dari Kerajaan Mataram di Jawa Tengah membangun Candi Borobudur yang megah bercorak Buddha, kemudian diikuti oleh pembangunan Candi Prambanan yang elegan bercorak Hindu dibangun Raja Rakai Pikatan dari keturunan Sanjaya. (Baca Artikel Lainnya).
Sejak tahun 1294 Kerajaan Majapahit di Pulau Jawa  menguasai  kepulauan Nusantara. Berikutnya Islam berkembang ke di sini melalui jalur perdagangan India dan kemudian menjadikannya hingga saat ini sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia. Agama Buddha, Hindu dan Islam berkembang di Nusantara sehingga memengaruhi budaya dan cara hidup masyarakatnya hingga saat ini.
Pemuda Indonesia, dengan Sumpah Pemuda tahun 1928 mengumandangakan persatuan, "Satu Negara, Satu Bangsa dan Satu Bahasa: Indonesia".
Akhirnya, tanggal 17 Agustus 1945, setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaan mereka melalui proklamasi yang diwakili Soekarno dan Hatta. Kebebasan, tidak mudah diberikan. Setelah pertempuran berdarah selama bertahun-tahun melawan tentara Belanda akhirnya secara resmi mengakui Kemerdekaan Indonesia tahun 1945.
Dari sejarah di atas dapat disimpulkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang hidup dibawah penjajahan Bangsa Eropa selama 3,5 abad dan Jepang 3,5 tahun.








B.Mengapa Pada Bangsa Ini Sangat Mudah Terjadi KKN?
1.Iman Yang Tidak Kuat (Iman yang lemah)
Orang-orang yang memiliki kelemahan iman, sangat mudah sekali untuk melakukan tindakan kejahatan seperti korupsi contohnya. Apabila iman orang tersebut kuat, mereka tidak akan melakukan tindakan korups ini. Banyak sekali alasan yang diberikan oleh penindak korupsi ini.
2.Lemahnya penegakan hukum
Lemahnya dan tidak tegasnya penegakan hukum merupakan faktor berkembangnya tindakan korupsi. Penegakan hukum yang lemah ini dapat menghindarkan para pelaku korupsi dari sanksi-sanksi hukum.
3.Kurangnya Sosialisasi dan Penyuluhan kepada Masyarakat
Hal ini dapat menyebabkan masyarakat tidak tahu tentang mengenai bentuk-bentuk tindakan korupsi, ketentuan dan juga sanksi hukumnya, dan juga cara menghindarinya. Akibatnya, banyak sekali diantara mereka yang menganggap "biasa"  terhadap tindakan korupsi, bahkan merekapun juga akan melakukan hal tersebut.
4.Desakan Kebutuhan Ekonomi
Dengan keadaan ekonomi yang sulit, semua serba sulit, berbagai tindakan pun akan dilakukan oleh seseorang, guna untuk mempermudah kebutuhan ekonomi seseorang, salahsatunya adalah dengan melakukan tindakan korupsi.
5.Pengaruh Lingkungan
Lingkungan yang baik akan berdampak baik juga bagi orang yang berada dilingkungan tersebut, tetapi bagaimana jika di lingkungan tersebut penuh dengan tindakan korupsi dan lain-lain. Maka orang tersebut juga akan terpengaruh dengan tindakan kriminal, contohnya korupsi.
Kita bisa melihat kelemahan dan kekurangan bangsa kita agar kita bisa mengenal bangsa kita mulai dari segi kelemahan atau pun itu kelebihan.
C.Apa Saja Pengaruh Negatif KKN?
Korupsi ( bahasa latin: courruptio dari kata kerja corrumpere, yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok). Secara harfiah, korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus/politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Indonesia telah menjadi penyakit sosial yang sangat membahayakan kelangsungan kehidupan bangsa dari upaya mewujudkan keadilan sosial, kemakmuran dan kemandirian, bahkan memenuhi hak-hak dasar kelompok masyarakat rentan (fakir miskin, kaum jompo dan anak-anak terlantar). Menurunnya tingkat kesejahteraan (menyengsarakan rakyat), kerusakan lingkungan sumber daya alam, mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan, hilangnya modal manusia yang handal, rusaknya moral masyarakat secara besar-besaran bahkan menjadikan bangsa pengemis merupakan cerminan dari dampak KKN.
Pada umumnya, korupsi adalah “benalu sosial” yang merusak struktur pemerintahan, dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan negara.
Pemborosan sumber-sumber, modal yang lari, gangguan terhadap penanaman modal, terbuangnya keahlian, bantuan yang lenyap. Ketidakstabilan, revolusi sosial, pengambilan alih kekuasaan oleh militer, menimbulkan ketimpangan sosial budaya.
pengurangan kemampuan aparatur pemerintah, pengurangan kapasitas administrasi, hilangnya kewibawaan administrasi.





D.Bagaimanakah Solusi Dini Untuk Mencegah KKN?
Membangun dan menyebarkan etos pejabat dan pegawai baik di instansipemerintah maupun swasta tentang pemisahan yang jelas dan tajam antara milik pribadi dan milik perusahaan atau milik negara.
Mengusahakan perbaikan penghasilan (gaji) bagi pejabat dan pegawai negeri sesuai dengan kemajuan ekonomi dan kemajuan swasta, agar pejabat dan pegawai saling menegakan wibawa dan integritas jabatannya dan tidak terbawa oleh godaan dan kesempatan yang diberikan oleh wewenangnya.
Menumbuhkan kebanggaan-kebanggaan dan atribut kehormatan diri setiap jabatan dan pekerjaan. Kebijakan pejabat dan pegawai bukanlah bahwa mereka kaya dan melimpah, akan tetapi mereka terhormat karena jasa pelayanannya kepada masyarakat dan negara.
Bahwa teladan dan pelaku pimpinan dan atasan lebih efektif dalam memasyarakatkan pandangan, penilaian dan kebijakan.
menumbuhkan pemahaman dan kebudayaan politik yang terbuka untuk kontrol, koreksi dan peringatan, sebab wewenang dan kekuasaan itu cenderung disalahgunakan.
Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menumbuhkan “sense ofbelongingness” dikalangan pejabat dan pegawai, sehingga mereka merasaperuasahaan tersebut adalah milik sendiri dan selalu berusaha berbuat yang terbaik.
Pada akhirnya pemerintah mempunyai peran penting dalam penanganan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) ini sehingga bangsa kita bisa lebih menjadi lebih baik dan lebih maju.
E.Bagamana Cara Memperbaiki Kerusakan Kerusakan Yang Telah Terjadi Oleh KKN?
Prisip-prinsip Dasar Moral untuk Membangun Pribadi yang Kuat dan Keutamaan Moral. Untuk mengukur tindakan manusia secara moral, tolak ukurnya adalah Prinsip-prinsip Moral Dasar, berikut ini adalah prinsip-prinsip dari moral dasar tersebut :
a.Prinsip Sikap Baik
Prinsip sikap baik adalah disposisi dan kemauan untuk melihat orang lain sebagai pribadi yang bermartabat.
b.Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan adalah kehendak kuat dan tetap untuk memberi kepada setiap orang apa yang menjadi haknya. Berdasarkan prinsip keadilan setiap yang berada dalam situasi yang sama, HARUS diperlakukan sama.
Contoh : Kecelakaan maut Apriyani dan kecelakaan maut Rasyid Rajasa.
c.Prinsip Hormat pada Diri Sendiri
Frans Magnis Suseno mengatakan bahwa prinsip hormat pada diri sendiri memiliki dua arti. Yang pertama sebagai tuntutan agar kita tidak memberikan diri diperas, diperbudak. Yang kedua prinsip hormat pada diri sendiri juga merupakan tuntutan moral untuk tidak menelantarkan diri sendiri
Kejujuran
·         Merupakan landasan untuk membangun kepercayaan dengan orang lain
·         Bersikap jujur, bersikap terbuka  dan fair
·         Kejujuran terhadap orang lain diawali dengan kejujuran kepada diri sendiri
·         Kejujuran dapat membawa kedamaian dalam hidup
Otentitas
-Pribadi yang otentik : pribadi yang didasari oleh kejujuran, yang tampil apa adanya
-Manusia yang otentik : manusia yang menghayati dan menunjukan diri sesuai dengan keaslinanya
-Orang yang otentik : orang yang memiliki pendirian tegas, berpegang pada prinsip, meskipun ia harus menanggung kerugian

F.Kerusakan Moral Bangsa Indonesia
Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya dan Agama.
Penyebab rusaknya moral bangsa Indonesia :
1.Pengaruh Budaya Luar Ini adalah hal yang mungkin menjadi penyebab rusaknya moral bangsa Indonesia,tak dapat dipungkiri pengaruh budaya barat merusak moral bangsa ini.Sebagai contoh free sex dan pergaulan bebas masuk ke indonesia dari merangseknya budaya barat ke negeri ini.
2.Kurangnya Agama Ini juga bisa menjadi sebab rusaknya bangsa indonesia.Jika agama yang kita miliki kuat maka tentu saja kita akan takut berbuat dosa.Sehingga tidak akan ada kejahatan atau paling tidak kejahatan akan sangat minim dalam negeri ini.Contohya saja jika para pejabat negeri ini memiliki landasan agama yang baik,maka apa berani dia memakan uang rakyat(Korupsi)?!
3.Salahnya Sistem Pendidikan Indonesia Ini juga bisa menjadi penyebab rusaknya moral di Indonesia. Sebagaimana anda tahu anak-anak menghabiskan banyak waktunya di dalam sekolah.Sayangnya sekolah sekarang hanya identik untuk mencari ilmu duniawi saja dan jarang ada yang sekolah yang juga mengajarkan aspek2 moral,Jikalau ada porsinya sangat minim.
Ketiga hal diatas mungkin hanya penyebab yang Basic saja,masih banyak lagi penyebab-penyebab lain yang menyebabkan moral bangsa ini merosot.Jikalau penyebabnya secara detail dijelaskan dibuat sebuah buku mungkin buku tersebut akan sangat tebal. Tetapi untuk memperbaiki moral bangsa indonesia saya rasa cukup menghilangkan 3 penyebab diatas saja.Jikalau pengaruh luar sudah berkurang,agama kita kuat dan pendidikan juga mengajarkan aspek moral saya rasa moral bangsa indonesia tidak akan serusak ini
Sungguh sebagai bangsa kita sedang diuji oleh Allah terkait dengan tindakan yang dilakukan oleh sejumlah orang yang melakukan tindakan menyimpang, terutama terkait dengan pemberitaan di media massa tentang korupsi yang terus terjadi. Tindakan ini tidak enaknya justru dilakukan oleh orang-orang muda yang ke depan justru diharapkan menjadi pemimpin bangsa.
Kasus demi kasus yang melibatkan tindakan menyimpang para pemuda harapan bangsa tersebut tentu bisa menyesakkan para orang tua yang sudah merasakan mengabdikan kehidupannya untuk membangun Indonesia. Oleh karena itu kita memang harus menyadari bahwa bangsa ini sedang menghadapi problem yang cukup serius di masa yang akan datang.




G.Apa Saja Kerusakan Yang Disebabkan Oleh KKN Dan Cara Menghadapinya










BAB III
Penutup
A.Kesimpulan
Dari apa yang telah kita bahas di atas, setelah kita mengenal dan mengetyahiu siapa kita dan siapa jati diri Indonesia yang sebernarnya, maka dalam hal ini saya sebagai penulis mengharapkan bagi kta setiap mahasiswa atau pun siapa yang membaca Makalah ini bisa lebih tanggap lagi dan lebih sensitif terhadap setiap hal-hal yang terjadi di Bangsa yang kita cintai ini.
Menyimpulkan masalah termasuk di dalamnya merumuskan masalah dan terlebih lagi mecari solusi di setiap masalah, baik di lingkungan daerah terlebih di bangsa kita ini.
Dalam UUD 1945 mengatakan bahwa keamananan bangsa di selenggarakan dan dilakukan oleh segenap bangsa Indonesia, itu artinya kita punya hak membela keamanan negara kita.
Pembelaan negara bisa dilakukan dengan cara apapun, mulai dari diskusi bersama sampai kepada terjun langsung dalam menganalisa setiap perubahan yang terjadi.
B.Saran/Rekomendasi
Dari perumusan masalah di atas, mulai dari pengenalan asal-usul bangsa kita sampai kepada masalah-masalah serius yang terjadi di dalam masyarakat maupun dalam jenjang kepemerintahan, maka kita diarahakan 

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script>
<!-- Iklan -->
<ins class="adsbygoogle"
     style="display:block"
     data-ad-client="ca-pub-6039638950488738"
     data-ad-slot="2063307518"
     data-ad-format="auto"></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>





Rabu, 21 Oktober 2015

Makalah Budaya dan Agama

BAB  I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Budaya
Kejadian 1:28 “ Allah Memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
Pada mulanya sejak manusia diciptakan, Tuhan memberi mandat kepada manusia yang sifatnya turun temurun dan mandat itu sampai sekarang masih berlaku yang disebut dengan “Budaya” sebagaimana dalam pengertiannya bahwa budaya itu sifatnya turun temurun dan tetap terpelihara yang walaupun budaya ini sangat sempit dan sederhana.
.
1.2  Rumusan Masalah
1.       Apakah pengertian Budaya?
2.      Unsur – unsur apa saja yang mempengaruhi Budaya?
3.      Faktor yang mempengaruhi Berubahnya suatu kebudayaan oleh kebudayaan baru?
4.      Bagaimanakah kaitan manusia dan budaya?
5.      Bagaimana kedudukan manusia dan budaya?
1.3  Tujuan
Kebudayaan dalam kehidupan manusia memegang peranan penting. Dengan kebudayaan manusia merasakan adanya ketenangan batin yang tak bisa di dapatkan dari manapun. Dengan mempelajari hubungan manusia dan kebudayaan dapat di ketahui bahwa manusia membutuhkan kebudayaan untuk bersosialisasi dengan mahluk yang lain.
BAB II
PEMBAHASAN

1.1. Pengertian Kebudayaan

Kata kebudayaan berasal dari kata budh—> budhi —> budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsur rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia (supartono, 2001; Prasetya, 1998).
Dari definisi-definisi kebudayaan dapat dinyatakan bahwa inti pengertian kebudayaan mengandung beberapa ciri pokok, yaitu sebagai berikut :
a.       Kebudayaan itu beraneka ragam.
b.      Kebudayaan itu diteruskan melalui proses belajar.
c.       Kebudayaan itu terjabarkan dari komponen biologi, psikologi, sosiologi, dan eksistensi manusia.
d.      Kebudayaan itu berstruktur.
e.       Kebudayaan itu terbagi dalam aspek-aspek.
f.       Kebudayaan itu dinamis.
g.      Nilai-nilai dalam kebudayaan itu relative


1.2  Unsur-unsur Kebudayaan
Suatu kebudayaan tidak akan pernah ada tanpa adanya beberapa sistem yang mendukung terbentuknya suatu kebudayaan, sistem ini kemudian disebut sebagai unsur yang membentuk sebuah budaya, mulai dari bahasa, pengetahuan, tekhnologi dan lain lain. Semua itu adalah faktor penting yang harus dimiliki oleh setiap kebudayaan untuk menunjukkan eksistensi mereka, Yaitu :
  1. Bahasa yaitu suatu sistem perlambangan yang secara arbitrel dibentuk atas unsur  – unsur bunyi ucapan manusia yang digunakan sebagai gagasan sarana interaksi.
  2. Sistem pengetahuan yaitu semua hal yang diketahui manusia dalam suatu kebudayaan mengenai lingkungan alam maupun sosialnya menurut azas – azas susunan tertentu
  3. Organisasi sosial  yaitu keseluruhan sistem yang mengatur semua aspek kehidupan masyarakat dan merupakan salah satu dari unsur kebudayaan universal.
  4. Sistem peralatan hidup dan tekhnologi  yaitu rangkaian konsep serta aktivitas mengenai pengadaan, pemeliharaan, dan penggunaan sarana hidup manusia dalam kebudayaannya.
  5. Sistem mata pencarian hidup yaitu rangkaian aktivitas masyarakat yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam konteks kebudayaan
  6. Kesenian yaitu suatu sistem keindahan yang didapatkan dari hasil kebudayaan serta memiliki nilai dan makna yang mendukung eksistensi kebudayaan tersebut
  7. Sistem religi  yaitu rangkaian keyakinan mengenai alam gaib, aktivitas upacaranya serta sarana  yang berfungsi melaksanakan komunikasi manusia dengan kekuatan alam gaib


1.3  Faktor yang mempengaruhi Berubahnya suatu kebudayaan
  1. Faktor intern merupakan faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri yang menyebabkan perubahan kebudayaan, yang diantaranya:
  1. Perubahan penduduk, seperti: Kelahiran, Kematian, dan Migrasi. 
  2. Sifat masyarakat yang terbuka, maksudnya sifat yang menerima budaya asing baik yang yang sudah membaur di masyarakat.
  3. Adanya penemuan baru, seperti: Adanya ide atau alat baru yang sebelumnya belum pernah ada (Discovery), Penyempurnaan penemuan baru (Invention), dan Proses pembaharuan atau melengkapi atau mengganti yang telah ada (Innovation).
  4. Konflik yang terjadi di dalam masyarakat. Konflik dapat merubah kepribadian orang-orang yang terlibat di dalamnya, misalnya menjadi pendiam, murung, tidak mau bergaul, atau bahkan berusaha memperbaiki keadaan tersebut supaya menjadi lebih baik.
  5. Pemberontakan atau revolusi. Hal ini menyebabkan perubahan pada struktur pemerintahan pada suatu negara.
  1. Faktor ekstern merupakan faktor yang berasal dari luar masyarakat melalui interaksi sosial yang mendorong terjadinya suatu perubahan kebudayaan, yang diantaranya:
  1. Peperangan. Hal ini dapat menyebabkan perubahan yang mendasar pada suatu negara baik seluruh wujud budaya (sistem budaya, sistem sosial, dan unsur-unsur budaya fisik) maupun seluruh unsur budaya (sistem pengetahuan, teknologi, ekonomi, bahasa, kesenian, sistem religi, dan kemasyarakatan). Biasanya akibat ini lebih berpengaruh kepada negara yang kalah.
  2. Perubahan alam. Pada zaman sekarang sebagian besar hal ini disebabkan oleh tindakan manusia sendiri yang menyebabkan kerusakan alam, seperti mebuang sampah sembarangan, penebangan liar, pembangunan terus menerus di lahan pertanian, dan masih banyak lagi. Hal ini dapat merugikan manusia sendiri seperti kehilangan keluarga, tempat tinggal, harta benda, dan sarana umum lainnya.
  3. Pengaruh budaya lain, seperti: Penyebaran kebudayaan (Difusi), Pembauran antar budaya yang masih terlihat masing-masing sifat khasnya (Akulturasi), dan Pembauran antar budaya yang menghasilkan budaya yang baru tanpa terlihat budaya yang lama sama sekali (Asimilasi).
  4. Ajaran agama yang berlaku, misalnya perayaan hari-hari besar keagamaan kini menyebar keseluruh penjuru dunia.
  5. Semakin canggihnya Iptek, Manusia cenderung mengikuti perubahan zaman, terlebih dalam media komunikasi misalnya, TV, Jejaring social, Radio, Koran, dsb.


1.4. Kaitan Manusia Dan Budaya

Manusia sebagai pelaku kebudayaan yakni dapat dipandang setara yang dinyatakan sebagai dialektis, proses dialektis tercipta melalui tiga tahap:
  1. Eksternalisasi, proses manusia mengekspresikan dirinya dalam membangun dunianya
  2. Obyektivitas, proses msyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia
  3. Internalisasi, proses masyarakat disergap kembali oleh manusia, yakni manusia yang mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dapat idup dengan baik.

1.5.  Kedudukan Manusia Terhadap Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan pada dasarnya memiliki  hubungan yang sangant erat kaitannya, karena seluruh kegiatan manusia yang di kerjakaannya setiap saatnya merupakan sebuah kebudayaan. Berikut ini adalah 4 kedudukan manusia terhadap kebudayaan:
  1. Penganut Kebudayaan
  2. Pembawa Kebudayaan
  3. Manipultor kebudayaan
  4. Pencipta kebudayaan

Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya. Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1. Ekstemalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui ekstemalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia

2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia.
3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan .baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat.


1.6. Pandangan/Tinjauan Agama mengenai Budaya manusia
Perbedaan antara agama dan budaya tersebut menghasilkan hubungan antara iman-agama dan kebudayaan. Sehingga memunculkan hubungan  antara agama dan  budaya. Akibatnya, ada beberapa sikap hubungan antara Agama dan Kebudayaan, yaitu:
1.            Sikap Radikal: Agama menentang Kebudayaan. Ini merupakan sikap radikal dan ekslusif, menekankan pertantangan antara Agama dan Kebudayaan. Menurut pandangan ini, semua sikon masyarakat berlawanan dengan keinginan dan kehendak Agama. Oleh sebab itu, manusia harus memilih Agama  atau Kebudayaan, karena seseorang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Dengan demikian, semua praktek dalam unsur-unsur kebudayaan harus ditolak ketika menjadi umat beragama. Ini disebabkan adanya kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran suatu agama misalnya, kebudayaan masyarakat suku Dayak di pedalaman Kalimantan, kepercayaan terhadap Nyi Roro Kidul di Pesisir Jawa bagian selatan, dan sebagainya.
2.      Sikap Akomodasi: Agama Milik Kebudayaan. Sikap ini menunjukkan keselarasan antara Agama dan kebudayaan. Misalnya, Silahturahmi dan saling bermaaf-maafan di Hari Raya Idul Fitri bagi yang beragama Islam, Perayaan Natal setiap Bulan Desember bagi Umat Nasrani, perayaan Hari Raya Nyepi bagi yang beragama Hindu, dan Waisak bagi yang beragama Budha.
3.      Sikap Perpaduan: Agama di atas Kebudayaan. Sikap ini menunjukkan adanya suatu keterikatan antara Agama dan kebudayaan. Hidup dan kehidupan manusia harus terarah pada tujuan ilahi dan insani manusia harus mempunyai dua tujuan sekaligus.
4.            Sikap Pambaharuan: Agama Memperbaharui Kebudayaan. Sikap ini menunjukkan bahwa Agama harus memperbaharui masyarakat dan segala sesuatu yang bertalian di dalamnya. Hal itu bukan bermakna memperbaiki dan membuat pengertian kebudayaan yang baru; melainkan memperbaharui hasil kebudayaan. Oleh sebab itu, jika umat beragama mau mempraktekkan unsur-unsur budaya, maka perlu memperbaikinya agar tidak bertantangan ajaran-ajaran Agama.














BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Secara sederhana hubungan manusia dan kebudayaan adalah sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam ilmu sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tunggal yang berarti walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur kehidupan manusia yang sesuai dengannya. Karena adanya aneka ragam bentuk hubungan Agama dan Kebudayaan tersebut, maka solusi terbaik adalah perlu pertimbangan – pengambilan keputusan etis-teologis (sesuai ajaran agama). Walaupun  untuk mencapai hal tersebut tidak mudah.

B. Saran
Manusia hidup karena adanya kebudayaan, sementara itu kebudayaan akan terus hidup dan berkembang manakala manusia mau melestarikan kebudayaan dan bukan merusaknya. Dengan demikian manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Maka dari itu, sebagai manusia yang berbudaya kita harusnya mampu untuk terus dan tetap melestarikan budaya yang baik dan sesuai dengan Firman Tuhan  sebagaimana hakikat kita sebagai manusia diciptakan oleh Tuhan bukan untuk kita sendiri sebagai manusia tetapi senantiasa memuliakan Tuhan dengan apa yang kita lakukan dan apa yang kita miliki. Haleluyah…